Arsip Bulanan: April 2018

Berbagai Macam Walimah dan Pesta Makan

 
Berbagai Macam Walimah dan Pesta Makan
Dalam Pandangan al-Islam
 
dr. M Faiq Sulaifi
 

 

 

 

Daftar Isi

Daftar Isi 2

Pendahuluan. 3

Pengertian Walimah. 3

Keutamaan Acara Jamuan Makan. 5

Sikap as-Salaf terhadap Undangan Jamuan. 7

Hukum  Walimah untuk Pernikahan dan Selainnya. 10

Acara Naqi’ah ketika Pulang dari Safar. 14

Acara Khurs dan Aqiqah pada Kelahiran Anak. 15

Acara I’dzar atau Adzirah untuk Khitanan Anak. 17

Acara Hidzaq ketika Selesai Mempelajari Ilmu. 22

Acara Khataman al-Quran. 25

Acara Wakirah jika Selesai Membangun Rumah. 28

Acara Ma’dubah, Jamuan Umum.. 30

Acara Wadhimah atau Selamatan Kematian. 31

Hidangan Athirah. 34

Acara ini Boleh Dihadiri 35

Acara Jamuan untuk Jin. 38

Acara Jamuan dengan Kepercayaan Batil 40

Jamuan pada Tempat Keramat. 42

Undangan Jafla dan Naqra. 45

Si Thufaili, Tamu yang Tidak Diundang. 46

Tuhfah, Jamuan untuk Tamu. 47

Kesimpulan. 50

 

Pendahuluan

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحمدُهُ ونَسْتَعِينُهُ ونَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ومن سَيِّئاتِ أعمالنا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلاَ هَادِىَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

(Amma ba’du)

Dalam masyarakat, kita mengenal berbagai macam walimah atau pesta makan atau tasyakuran. Di antaranya, kita mengenal nama ‘walimah nikah’, ‘walimah aqiqah’, ‘khitan’ dan sebagainya.

Berikut ini sedikit penjelasan tentang macam-macam walimah atau acara jamuan makan dan beberapa keterangan dari para ulama tentang sikap mereka terhadap acara-acara semacam ini.

Dengan tulisan kita akan menyimpulkan bahwa agama Islam tidaklah anti selamatan atau anti walimah atau anti pesta makan, tetapi kebanyakannya dianjurkan sedikit pesta yang dilarang di dalamnya. Allah ta’ala berfirman:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرً () إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاء وَلا شُكُورًا

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepada kalian hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 8-9).

Kemudian dengan kemudahan dari Allah, Penulis berusaha mengumpulkan keterangan-keterangan yang berserakan dari para ulama kita terdahulu. Rahimahumullahu ajma’in.

Akhirnya Allah jualah yang kita mohon agar membimbing kita kepada cahaya-Nya sehingga kita mampu beristiqamah di jalan orang-orang yang diridlai-Nya. Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan dan tambahan ilmu kepada Pembaca yang budiman.

Diperbaiki oleh:

dr. M Faiq Sulaifi

11 Sya’ban 1439 H atau 27 April 2018 Baca lebih lanjut

Iklan