Arsip Bulanan: Januari 2017

Penjelasan Hadits Perpecahan Umat

[ Kajian Manhaj]
Penjelasan Hadits Perpecahan Umat
(Membantah Ust Afifuddin as-Sidawi yang ‘Gagal Faham’)
Oleh dr.  M Faiq Sulaifi
[]

 

 

 


 

Daftar Isi

Daftar Isi 1

Pendahuluan. 2

Takhrij Hadits Iftiraqil Ummah. 4

Ibnu Taimiyah Menganggap Global 6

Ibnu Utsaimin Menganggap Global 7

Hadits-Hadits Global 9

Penentuan Kelompok Sempalan. 11

Kelompok Jamaah Kontemporer. 13

Masalah Lazimul Madzhab. 19

Melakukan Ta’yin terhadap Ahlul Kiblat. 22

Adakah Firqah Salafiyah?. 26

Al-Firqatun Najiyah. 31

Kata Ba’abduh, Muwazanah itu Sururi 33

Antara ar-Ruhaili dan as-Suyuthi 40

Penutup. 43

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

الحمد لله حمد الشاكرين والصلاه والسلام على خير خلق رب العالمين محمد صلى الله عليه وسلم وعلى اصحابه وال بيته ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين

‘Amma ba’du’

Beberapa minggu yang lalu Penulis mendapatkan kiriman rekaman tentang sebuah dauroh yang diadakan oleh Ma’had al-Faruq di Banyumas pada tanggal 1 Maret 2015 dengan tema ‘Mewaspadai Amalan Penghuni Neraka’. Di dalam rekaman tersebut seorang ustadz yang bernama Afifuddin as-Sidawi menerangkan hadits ‘Perpecahan Umat’ sesuai dangan selera dan hawa nafsunya. Dalam rekaman kajian itu ia menyatakan: “DALAM HADITS YANG MASYHUR YANG MA’RUF, HADITS ‘IFTIRAQIL UMMAH’, RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM BERSABDA:

وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِى النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِى الْجَنَّةِ

“UMAT INI AKAN TERPECAH MENJADI 73 MILLAH; 73 AJARAN, SEKTE ATAU PEMAHAMAN. 72 DALAM NERAKA DAN  SATU YANG DIKECUALIKAN DI SURGA.”

“YANG SATU ITU ADALAH YANG SESUAI DENGAN SUNNAH AR-RASUL SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM DAN SESUAI DENGAN PEMAHAMAN ASH-SHAHABATUL KIRAM RADLIYALLAHU TA’ALA ANHUM AJMA’IN. BERARTI SEMUA BENTUK KESESATAN, SEMUA BENTUK PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN, SEMUA ORANG-ORANG YANG SESAT YANG MENYIMPANG, SEMUA PERGERAKAN-PERGERAKAN YANG MENYIMPANG, SEMUA JAMA’AH-JAMA’AH YANG MENYIMPANG, SEKTE-SEKTE YANG MENYIMPANG; NERAKA TEMPATNYA. ‘FINNAAR’ DIANCAM DENGAN NERAKA. BARAKALLAH FIIKUM. ANTUM BISA MENGHUKUMI SECARA UMUM DENGAN MENYEBUTKAN LANGSUNG SEKTE-SEKTENYA. ANTUM MENGATAKAN KHAWARIJ FINNAAR (DI NERAKA, PEN), RAFIDHAH FINNAAR (DI NERAKA, PEN), MU’TAZILAH FINNAAR (DI NERAKA, PEN), JAHMIYAH FINNAAR (DI NERAKA, PEN), ASY’ARIYAH FINNAAR (DI NERAKA, PEN). BISA, ITU SECARA UMUM, DIKATAKAN MEREKA TERMASUK FIRQAH-FIRQAH YANG SESAT. ANTUM BISA MENGATAKAN IKHWANUL MUSLIMIN FINNAAR (DI NERAKA, PEN), HIZBUT TAHRIR FINNAAR (DI NERAKA, PEN), JAMAAH TABLIGH FINNAAR (DI NERAKA, PEN), SURURIYIN FINNAAR (DI NERAKA, PEN), HADDADIYIN FINNAAR (DI NERAKA, PEN), HALABIYUN, RUHAILIYUN FINNAAR (DI NERAKA, PEN). BISA, SECARA UMUM, DIKARENAKAN MEREKA ADALAH ORANG-ORANG YANG SESAT, TERMASUK DI DALAM FIRQAH-FIRQAH, SEKTE-SEKTE YANG SESAT. MAKA WASPADAI MEREKA SEMUA. BARAKALLAH FIIKUM. WASPADAI MEREKA SEMUA, BARAKALLAH FIIKUM. BAHKAN DI ANTARA SEKTE-SEKTE TADI, BARAKALLAH FIIKUM. SEKTE YANG DINYATAKAN KAFIR OLEH PARA ULAMA, SEHINGGA BUKAN TERMASUK SEKTE ISLAM YANG DIANCAM NERAKA. TAPI SUDAH MASUK DALAM KATEGORI KAFIR. DIHUKUMI SAMA DENGAN ORANG-ORANG KAFIR, SEMACAM RAFIDHAH ISMAILIYAH, QARAMITHAH, RAFIDHAH NUSHAIRIYAH, DAN SEMISAL MEREKA, YANG DINYATAKAN KAFIR OLEH PARA ULAMA, ITU KUFFAR, TERMASUK ORANG-ORANG KAFIR. JELAS ANCAMANNYA. YANG DIMAUKAN DALAM RIWAYAT NABI ADALAH ORANG-ORANG YANG MASIH BERBAJU ISLAM, MENGAKU SEBAGAI MUSLIM, BAHKAN MENGAKU SEBAGAI SUNNI, BAHKAN MENGAKU SEBAGAI SALAFI, TERNYATA DIA TERMASUK AL-FIRAQUDH DHALLAH, FIRQAH YANG SESAT. MAKA SEMUA DIKATAKAN FINNAAR, TERMASUK PENGHUNI NERAKA. MAKA KITA HARUS MEWASPADAI SEMUA DAN SEGALA BENTUK ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG, SEGALA BENTUK PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN, SEGALA MACAM BENTUK PEMAHAMAN-PEMAHAMAN YANG SESAT. KALAU TIDAK, DIANCAM DENGAN ANCAMAN YANG SAMA, ANCAMAN NERAKA, BARAKALLAH FIIKUM. SEHINGGA AHLUNNAAR LEBIH BANYAK DARIPADA AHLUL… AHLUL JANNAH, DIKATAKAN FIRQAH-FIRQAH YANG SESAT LEBIH BANYAK DARIPADA..DST.” (Demikian kurang lebih isi sebagian ceramahnya)

Penulis berkata:

Lihatlah betapa ngerinya penjelasan ustadz ini!! Langsung melakukan ta’yin (vonis) terhadap jamaah atau orang-orang jaman sekarang sebagai penghuni neraka.. ngeri sekali dan membikin bulu kuduk berdiri.

Padahal tidak dijumpai ulama pendahulu kita yang melakukan ta’yin ketika menjelaskan hadits ‘Iftiraqul Ummah’. Tidak ada seorang pun sebelum kita ulama yang menyatakan kelompok Fulan di neraka, jamaah Allan di neraka dan seterusnya.

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengingatkan kita agar tidak lancang membahas sesuatu. Beliau menyatakan:

إِيَّاكَ أَنْ تَتَكلّمَ فِي مَسْأَلَةٍ لَيْسَ لَكَ فِيْهَا إِمَامٌ

“Berhati-hatilah dari berbicara dalam suatu masalah yang mana tidak ada seorang imam pun yang mendahuluimu dalam masalah tersebut!” (Siyar A’lamin Nubala’: 11/296 dan Manaqib al-Imam Ahmad: 245).

Dan tidak takutkah dia akan ancaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam? Beliau bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ يَنْزِلُ بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat, yang mana dengannya ia turun ke neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR. Muslim: 7672 dan al-Bukhari: 6477 dari Abu Hurairah radliyallahu anhu).

Pada tulisan ini akan dijelaskan beberapa kaedah tentang pembid’ahan yang dianut oleh Ust Afifuddin dan kelompoknya yang merupakan hasil dari ‘gagal faham’ terhadap Manhaj Salaf. Semoga tulisan ini bisa memberikan tambahan ilmu dan pencerahan bagi Pembaca. Amien.

اللَّهُمَّ أَلْهِمْنِي رُشْدِي وَأَعِذْنِي مِنْ شَرِّ نَفْسِي

Babat, 13 Rabi’ul Akhar 1438 H

Dr. M Faiq Sulaifi Baca lebih lanjut

Iklan