Arsip Bulanan: Juni 2012

Kembalinya Dinar dan Dirham

oleh: dr. M Faiq Sulaifi

Sebagian kaum muslimin berusaha agar mata uang Dinar dan Dirham berlaku lagi di kalangan kaum muslimin. Berbagai seminar, buku-buku, media online pun turut andil dalam proses sosialisasi ini. Tetapi yang patut disayangkan, ternyata mereka menggunakan hadits-hadits yang lemah untuk mendukung gerakan kembalinya Dinar dan Dirham  tersebut.

Di antara hadits tersebut adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

ليأتين على الناس زمان لا ينفع فيه إلا الدينار والدرهم

“Akan datang kepada manusia, suatu masa yang mana tidak bermanfaat di masa itu kecuali Dinar dan Dirham.”  (HR. Ahmad: 16569 dari Miqdam bin Madikarib radliyallahu anhu).

Dalam redaksi lain:

يأتي على الناس زمان من لم يكن معه أصفر ولا أبيض لم يتهن بالعيش

“Akan datang suatu jaman kepada manusia. Barangsiapa yang tidak mempunyai uang kuning (Dinar) dan juga uang putih (Dirham), maka tidak akan mendapatkan kemudahan dalam kehidupan.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir: 17415 (20/278).

Al-Haitsami menyatakan: “Poros dari semua jalan hadits ini adalah pada Abu Bakar bin Abi Maryam. Hafalannya bercampur aduk.” (Majma’uz Zawa’id: 6245 (4/111)).

Ibnu Hibban berkata: “Abu Bakar bin Abi Maryam adalah orang terbaik dari penduduk Syam, akan tetapi ia sangat buruk hafalannya. Ia menyampaikan hadits dan keliru (waham) dan wahamnya sangat banyak sehingga berhak ditinggalkan (haditsnya).” (Tahdzibut Tahdzib: 12/27).

Lantas, kalau hadits di atas lemah, apakah kaum muslimin tidak mungkin lagi memberlakukan mata uang  Dinar dan Dirham seperti pada masa As-Salaf?

Jawabannya: itu mungkin sekali terjadi jika persyaratannya terpenuhi. Di antara persyaratannya, kaum muslimin harus kembali kepada ajaran agama Islam yang benar. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (QS. An-Nur: 55).

Sehingga ketika kaum muslimin kembali kepada ajaran Islam yang benar, janji kemakmuran itu akan datang. Insya Allah. Dan diantara parameter kemakmuran itu adalah berlakunya kembali mata uang Islam yaitu Dinar emas dan Dirham perak.

Di antara janji Allah Azza wa Jalla  tersebut sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوفُ الرَّجُلُ فِيهِ بِالصَّدَقَةِ مِنْ الذَّهَبِ ثُمَّ لَا يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ

“Akan datang suatu jaman atas manusia, seseorang berkeliling di masa itu dengan membawa sedekah dari emas kemudian tidak menjumpai orang yang mau menerima sedekahnya.” (HR. Al-Bukhari: 1325, Muslim: 1680 dari Abu Musa Al-Asy’ari radliyallahu anhu).

Iklan